8 PKS | DPD Kabupaten Bekasi
Rubrik : Kaderisasi
Muqowwimat Itsbat Wujudud Dakwah
Senin, 22 Mei 06 - by : Redaksi
PKS-Kab.Bekasi OnLine : Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang ( yang dengan persiapan itu) kamu menggentar kan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahhuinya, sedang Allah mengetahuiNya.Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya.)dirugikan). (QS Al Anfaal: 60.)

Ba�da Tahmid dan Shalawat

Ikhwah Fillah Rahimakumullah.

Ada seorang Al Akh akan pergi haji, meminta nasehat lebih dulu kepada saya.Saya katakan kepadanya haji itu merupakan bagian dari Ibadah lainnya yang kesemuanya dalam rangka �Faaqim wajhaka liddieni hanifa�.

Seluruh Ibadah kita sangat tergantung kepada Tawajjuh (orientasi) kita terhadap dien secara lurus hanif. Pertama-tama tentu saja kita harus memiliki Tawajjuh Aqidi dalam setiap Ibadah kita. Orientasi Aqidah atau menghadapnya kita secara Aqidi.

Dalam Ibadah haji direflesikan dalam kalimat Labbaika Allahumma labbaik, Labbaika la Syarikalaka labbaik. Kita menolak segala sambutan terhadap panggilan selain Allah.Dan bila harus menyambut panggilan Istri, anak, tetaplah dalam kerangka menyambut panggilan Allah atau dengan kata lain LILLAH /KARENA ALLAH. karena kita sudah menegaskan: Labbaika laa syarikalaka labbaik innal hamda wani�mata laka wal mulk laa syarikalah. Aku sambut panggilan MU ya Allah tak ada sekutu bagiMu sesungguhnya segala puji, kenikmatan dan kekuasaan ada ditanganMu. tak ada sekutu bagiMu.

Setelah Tawajjuh Aqidi, Tawajjuh Orientasi yang kedua adalah Tawajjuh Syar�i.

Dalam beribadah kita harus memperhatikan orientasi Syar`i, ini karena Allah bukan saja menurunkan A�daa melainkan juga Syir�atan wa min hajan dan dalam melangkah atau beribadah, kita harus melalui koridor tersebut.

Misalnya Khudzuu �anni manasikakum. Dalam Haji dan Shallu kama roaitumuni Ushalli� dalam Shalat. Sejalan dengan itu tentunya juga terfleksi dalam hal jihad atau bisa diparalelkan: jaahidu kama roaitumuni ujaahid.

Dan Tawajjuh yang ketiga adalah Tawajjuh Amaliyah (menghadap atau berorientasi pada Allah dan Al Islam dalam beramal.Artinya kita harus �wa�aiddu mastatho�tum minquwwah�, Segala potensi secara oprasianal harus dihimpun dan digabung secara Syumul (Integral) dan takamul (terpadu) agar bisa merealisir tugas-tugas dan kewajiban -kewajiban dari Allah. Karena segala tugas dan kewajiban dari Allah tidak bisa kita persiapkan secara juz�iyah/parsial. Misalnya untuk Sholat kita harus lebih dulu wudhu dan untuk wudhu tentu saja harus ada air. Kemudian untuk Sholat harus Syatrul Aurat (menutup aurat) jadi harus ada baju dan mukena. Lalu agar dengkul kita bisa tegak dan kuat ketika sholat, kita butuh makan lebih dulu, jadi ada kesyumuliyahan dalam adaa�ish sholah

Ketiga Tawajjuh tersebut yakni Tawajjuh Aqidi, Syar�i dan Amali harus selalu ada terhimpun secara sekaligus disetiap ibadah yang kita lakukan. yang jelas kita harus senantiasa mempersiapkan segala sarana dan prasarana serta potensi agar tugas-tugas dari Allah swt dapat kita kerjakan secara baik karena Allah telah menyuruh kita mengerahkan segenap potensi kekuatan �Waa�idduLahum mastatho�tum minquwwah�

(QS 8:60) disinilah letak keSyumuliyahan dan ketakamulliyahannya.

Ikhwah Fillah, dalam lanjutan ayat tersebut (Qs 8:60) ditegaskan oleh Allah swt, Bila kamu tidak disiplin tidak wala� tidak menggantungkan diri kepada Allah dan tidak taat kepadaNya juga kepada RasulNya dan Ullil Amri maka �Iyyaka turhibkum waya�thi bi kholqin jadid wamaa dzalika Allalahi Aziz: Bila Allah menghendaki tak ada sulitnya bagi Allah untuk meliquidir, menghapus generasi yang tidak disiplin dan membangkang ini menjadi kaum yang marjinal dan berada diemperan-emperan Da�wah padahal seyogyanya kita menjadi pelaku-pelaku Da�wah dan Sejarah, bukan sekedar penonton belaka.

Ayat-ayat yang serupa dan senada dengan itu begitu banyak dalam Al-Qur�an �Wamaa dzalika allaihi Aziz" dan hal yang demikian bukan sesuatu yang besar bagi Allah Kenapa banyak ? kesemuanya tak lain sebagai peringatan bahwa segala sesuatunya menjadi begitu tak berarti bila komitmen atau ketergantungan kita kepada Allah,Rasul dan Ulil amri merosot.Seperti misalnya dalam Qur�an surat 5:54

Artinya � Hai orang-orang yang beriman, barang siapa diantara kalian murtad dari agama Allah maka Allah gantikan dengan suatu kaum yang dicintai Allah dan mereka mencintaiNya, lemah lembut terhadap Mu�min, tegas terhadap orang kafir, berperang dijalan Allah dan tidak takut celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diperuntukkanNya bagi siapa yang dikehendakiNya. Dan Allah maha luas pemberianNya, lagi maha mengetahui."

Al jihadu maadhin ila yaumil qiyamah, jihad akan terus berlangsung sampai hari qiyamat, kata imam Syahid, Ad dakwah akan terus berjalan bina au ghairina (dengan atau tanpa kita) Kita ikut atau tidak dengan Dakwah dan jihad, akan selalu ada orang atau generasi lain yang ditunjuk oleh Allah untuk melaksanakanNya karena memang dakwah atau jihad tidak bergantung kepada suatu individu atau kaum.

Dari dulu ada orang-orang yang future, Insilakh, dibantai, dipenjarakan dsb tetapi dakwah tetap saja besar. Ketika dulu Dakwah sedang digebuk dimesir seperti air digebuk, muncratnya kemana-mana. Termasuk ke Indonesia, Amerika, dan Eropa serta seluruh dunia. Mula-mula muncratnya dari emperan-emperan Mesir, kini orang-orang yang dari mesirnya sendiri langsung datang kesemua negri. Jadi karena Dakwah dan Jihad adalah proyek Allah maka Ia akan tetap Eksis Bina Au ghairina, dengan atau tanpa kita. Masalah Optimisme ini penting sebab sekarang banyak godaan kepada kita. Mengapa kita begini - begini saja, diam-diam saja sementara siini bermanuver, sianu bermanuver. Kalau kita saat ini bersifat seperti ini belum melakukan manuver-manuver yang berarti, semata-mata karena manhajatud da�watina dan bukan karena kita takut.

Hal ini merupakan Ihtiyajatul Marhalah. Jadi bukan masalah takut enggak takut, melainkan karena kebutuhan marhalah kita saat ini adalah seperti ini dulu.Kita juga siap untuk melakukan marhalah-marhalah berikutnya. Bermanuver seperti yang dilakukan Bintang pamungkas sebetulnya juga merupakan bagian dari Fikhu Dakwah asalkan memang terprogram, Hal seperti itu pernah dilakukan Abdulah Bin Mas�ud ketika masih dimekkah. Ia berniat melakukan manuver berupa pembacaan Al-Qur�an dihadapan orang-orang Quraisy. Mula-mula sahabat-sahabatnya melarangnya, tetapi setelah bermusyawarah akhirnya membolehkannya.

Bacaan Al-Qur�an Ibnu Mas�ud memang sangat indah dan merdu sehingga Rasulloh menyamakannya dengan bacaan Qur�an malaikat Jibril.

Abdullah bin Mas�ud pun membaca surat Ar Rahman dan orang-orang Quraisy sempat terkesima mendengarkannya.Namun begitu mereka sadar bahwa itu ayat

Al Qur�an mereka pun ramai-ramai memukuli Ibnu Mas�ud hingga babak belur dan akhirnya pulang kerumah dengan digotong oleh kawan-kawannya. Hebatnya Ibnu Mas�ud masih berucap �Wallahi kalau kalian ijin kan, Aku akan pergi lagi kesana dan membacakan Al Qur�an � tetapi semuanya mencegah: Sudah� sudah cukup yang penting mereka sempat geger � heboh �.

Jadi memang ada Fikhu Dakwahnya, manuver seperti itu. Syaratnya harus muncul dulu Syaksiyah Barizhatu sosok pribadi yang berpengaruh sehingga kemunculannya menimbulkan goncangan atau kehebohan dikalangan musuh. Kalau belum berpengaruh, belum termashur sudah memaksakan diri akan terbentur sana sini kan kasihan.

Allah swt memperingatkan kita bahwa ketika Implementasi Aqidah kita secara moral dalam bentuk loyalitas, QS 5;55 dan operasional dalam bentuk mentaati Allah dan RosulNya QS 4;69 merosot maka mudah saja bagi Allah ( wamaadzalika alallahi bi Aziz) untuk menggantikan kita dengan orang lain atau generasi lain (QS 5 : 54)

Selain itu adalagi dalam surat (6 : 133)

Allah itu maha kaya sumber segala kasih sayang, jika Allah menghendaki kalian dihapus, maka akan digantikan dengan generasi sesudahmu sebagaimana kamu telah menggantikan generasi sebelummu.

Diisyaratkan pergantian kaum itu terjadi jika suatu kaum atau bangsa sudah ingkar, menyimpang atau melampoi batas maka akan digantikan dengan yang labih baru dan lebih baik.

Generasi baru yang harus melahirkan generasi yang lebih baik dan membanggakan karena Rasulullah ingin membanggakan umatnya diatas umat-umat yang lain tidak serta merta terkait dengan banyaknya anak melainkan mutu atau kwalitas generasi. Hal itu bisa berarti generasi yang banyak dan membanggakan, namun bisa pula generasi yang sedikit dan membanggakan, karena Nashul Hadits � fainni mubahi bikumul umam

Seandainya pun yang ditunjuk adalah kalimat nashul hadits yang lain � Fainni mukatsirun bikumul umam � tetap saja tidak bisa diartikan serta merta sebagai berbanyak-banyakan, karena kata mukatsirun dalam bahasa arab, seperti misalnya dalam surat At Takatsur, adalah membanggakan.

Visi jamaah juga visi Islam dalam hal soal anak adalah silahkan banyak dan boleh juga sedikit asalkan membanggakan, tiga orang anak pun sudah terkatagori katsir. Bila sanggup melahirkan 12 atau 18 dan semuanya membanggakan Alahamdulilah, tetapi bila hanya dapat melahirkan 2 atau 3, banggakanlah apa yang sudah diberikan oleh Allah kepada kita tsb. Anak adalah rizki dari Allah swt kita tidak bisa mengukur atau mematoknya, yang penting generasi baru yang kita lahirkan adalah yang membanggakan.

Sehingga kembali ke pembahasan kita di awal jangan sampai nanti kita disisihkan oleh Allah bahkan boleh jadi bukan hanya secara fisik Qs 17; 85-86 tetapi juga ditilik dari segi Hidayah, Ilmu Pengetahuan, dan Fikhu Da`wah bila kita menyimpang pasti Allah akan menghapus hidayah itu dari kita.

Jadi bahaya likudasi itu bukan hanya secara fisik tetapi juga dari segi-segi yang lainnya, misalnya bisa saja secara fisik kita tidak di likuidir oleh Allah, tetapi Hidayah, Ilmu, Manhaj, Tashowwur Fikroh kita yang dilikuiir olehNya, bila kita tidak konsisten pada nilai-nilai kebenaran. �NAUDZUBILLAH HIMINDZALIK.

Oleh sebab itu Ikhwan fillah saya mencoba mengingatkan kita semua akan pesan Mursyid �Am Ustadz Musthofa Mansyur tiga tahun yang lalu. beliau berbicara tentang �DHOMANATUL BAQO" bahwa komitmen kita terhadap Arkanul Bai�ah adalah jaminan eksistensi keberadaan kita di dalam Da�wah.

Iklim yang kondusif kearah itu harus selalu terjaga di dalam Jamaah, sehingga untuk akhir sunah tandimiyah yang baru sebulan lagi, saya kira persiapan-pesiapan moral Aqidah, Fikriyyah dan Ma�nawiyan perlu di tancapkan dan dimantapkanlagi.

Alangkah baiknya bila misalnya ada Ta�awun antar maktab Tarbiyyah dan maktab Ta�lim untuk program-program yang bolehlah disebut TAJDIDUR RUH ARKANUL BAI�AH.

Hal itu sangat diperlukan dalam upaya persiapan tugas-tugas berat menjelang pemilu dan sidang MPR/DPR. bila pemerintah dan ABRI semakin REPRESIF,Maka lahan da�wah akan semakin luas dan terbuka. itu sudah merupakan sunnatullah.

Sebab disaat-saat penuh tekanan-tekanan seperti orang mencari cari saluran, maka kita harus berani terus bermanuver dan menawarkan alternatif berupa saluran-saluran islami.

Dalam keadaan sulit kita tidak boleh berhenti, bahkan harus terus kerja,sehingga paling tidak kita memiliki pengalaman dan menjadi terlatih untuk mengatasi kesulitan-kesulitan. Apalagi pengalaman kita mendayagunakan kesulitan ( INNAMA�AL USRI YUSRO salah satunya adalah bagaimana kita mendayagunakan untuk mencapai tujuan-tujuan Da�wah.

Pada kesempatan memberi taujih beberapa hari lalu saya telah katakan bagaimana kita memiliki kemampuan dibidang politik, yakni diantaranya merekayasa pendayagunaan potensi-potensi eksternal untuk tujuan-tujan da�wah.

ABRI sekarang ini masih susah dilawan secara fisik, maka kini untuk sementara yang penting bagaimana caranya merekayasa pendayagunaan potensi ABRI dan GOLKAR untuk tujuan -tujuan Da�wah. Karena Rasulullah pun dulu biasa mendayagunakan orang-orang kafir bahkan hingga ketingkat QOBA�IL ARABIYAH.

Dahulu saya sering membahas dalam Fikhu Da�wah bahwa kita tidak boleh terhimpit dengan situasi yang sulit. Sebaliknya silahkan dayagunakan potensi-potensi yang kita miliki.. Antum berbilang tahun di Tarbiyyah adalah dalam rangka mempersiapkan kemampuan merekayasa pendayaggunaan potensi.

Jadi saya harapkan dipenghujung tahun ini, barangkali Manhaj tarbiyyah diisi dengan TAJDIDUR RUH ARKANUL BAI�AH.Agar kita lebih mantap coba kita mobilisir para Syuyukh dan Ulama yang kita miliki

Bahan - bahan nya sudah ada SYURUTHUT TAJWID RAKAIZUL INTIQO ! yang MA�ANI nya sudah disusun secara baik tinggal disyarah saja.

Bila semua upaya tersebut tidak kita lakukan, kita bisa jadi melempem karena himpitan politik, Sosial, Ekonomi oleh sebab itu hendaknya hal tersebut digairahkan kembali, WALA DAN THA�AT pun bisa luntur.hal itu dalam konteks TAHQIQUDZ DZAT ITSBATUL WUJUD kita dan TAKRIM serta TAfDHIL dari Allah yang kemuliaannya (sebagai manusia) oleh Rasulullah disebutkan lebih dari kemuliaan ka�bah

Ikhwah fillah dalam gerakan politik dan pemahaman yang sama dengan fikhu Da�wah, walaupun dipahami secara sekuler oleh ahli-ahli politik. Yakni sebagai syarat - syarat eksistensi dan survival gerakan politik.

Suatu gerakan politik bila diterjemahkan sebagai sebuah gerakan dakwah baru bisa Eksis dan Survive bila memiliki 10 Muqowimat yang disebut MUQOWWIMA ITSBAT WUJUDUD DA�WAH ;

1. Memiliki prinsip yang kokoh

Yyang disebut RUSUKHUL MABDA Aqidah kita jelas memiliki prinsip-prinsip yang kokoh

2. Memiliki visi yang jelas.

Fikroh yang kita miliki membangun Tashowur baru yang MUSTAQBALIYAH

3. Mempunyai konsep yang Aplikatif.

Minhaj kita yang berasal dari Qur�an memberikan pada kita konsep SYIR�ATAN WA MINHAJAN yang disebut juga sebagai konsep yang aplikatif dan qobilit tanfidz.

4. Memiliki kader-kader yang mumpuni.

Didalam Fikhu Da�wah disebut sebagai ANNUKHAT AL AKIFA.Kader-kader yang memiliki kafa�ah disegala bidang ini terkait multi dimensinya kehidupan manusia yang harus kita bangun.

5. Mempunyai pemimpin yang kharismatis.

Kita harus mampu menumbuhkan dan menampilkan pemimpin yang kharismatis yang bukan hanya berpengaruh atau diterima didalam, melainkan ditengah-tengah masyarakat diakui kharismatis Intelektualitas dan Moralitasnya.Walaupun belum tentu diterima.yang jelas kharismanya diakui secara luas.

6. Memiliki organisasi yang Efektif atau TANDZIMUN FA�AL.

Memang Jama�ah bukan sebuah Organisasi, tetapi Jama�ah menggunakan sistem Organisasi untuk menata potensi.Sistem organisasi yang kita jalankan harus Efektif, begitu keputusan turun, handaknya langsung diinformasikan kesemua jajaran terkait dengan sistem informasi Manajaman.

Namun bukan berarti itu tidak boleh dikoreksi atau dikritisi, tetapi harus dengan sistem Muraja�ah dan bukannya menolak.

Jadi Sistem inpormasi Manajemen dalam bidang politik atau Munashorah, setiap orang berkesempatan untuk memurojaah tetapi bukan untuk ditentang atau ditolak.karena bila menentang atau menolak bisa menjadi merosotnya Wala dan Tha�at.bila ada Ta�limat dari atas jangan langsung ditolak, bila tidak mengerti coba datangi Syehnya dan dimuroja�ah.

Rasulullah SAW sendiri biasa dimuraja�ah oleh sahabat-sahabatnya dan bahkan istrinya Ummu Salamah disaat hari perjanjian Hudaibiyyah � QOD HALAKAL QAUM, AMARTUHUM WALAM YA�TAMILU � (sudah hancur kaum ini saya memerintahkan mereka untuk berbuat sesuatu tetapi mereka abaikan, Ucap Rasulullah kepada Ummu Salamah dengan gusar.Ummu Salamah lalu memuraja�ah keputusan Rasulullah � kalau mereka tidak mau disuruh ya sudah Engkau saja Ya Rasulullah, panggil tukang cukur untuk Tahalul dan ambil kambing, lalu sembelih.

Melihat pemimpinnya dicukur dan meyembelih kambing, lalu mereka pun Tahalul dan menyembelih kambing padahal tadinya mereka tidak mau disuruh sampai Rasulullah gusar.Dalam Islam seorang Istri, Wanita mempunyai kedudukan yang sama dalam Da�wah.Hal ini merupakan sebuah pelajaran yang penting bagi setiap pemimin untuk tidak merasa berat hati bila di Muroja�ah.

Namun jangan pula di pungkiri bahwa Muroja�ah ini sebagai indikasi merosotnya Wala dan Tha�at yang bias meluncur, NAUDZU BILLAH menjadi DZILLAH ( kehinaan) dan bukan IZZAH.Oleh karena itu saya ingatkan agar kita semua sentiasa membakar kembali api nya dengan Aqidah yang berkobar agar bekerjapun dengan kobaran semangat, sebab tanpa itu, semuanya akan menjadi rutinitas yang menjemukan.

Dahulu pernah saya katakan, kita harus menikmati jerih patah dan pengorbanan, karena itu merupakan salah satu AL ASHLUL AQIDAH.

7. Memiliki DA�AM SYA�BI atau dukungan masyarakat.

�HUWALADZI AYYADAKA BINASHRIHI WABIL MU�MININ� ( DIALAH Allah yang telah membantumu dengan pertolonganNya dan kaum Mu�minin.Alhamdulilah kita bekerja dimasyarakat yang mayoritas Islam.Kini tinggal bagaimana caranya agar mereka YUAYYI DUD DA�WAH, mendukung Da'wah.Dahulu dalam proses pembinaan saya katakan kita mulai dari YAKHTALITUNA BINA kemudian YALTAKUNA HAULANA akhirnya YATAHARRAKUNA MA�NA dan Akhitnya YALTAZIMUNA BINA.

8. Mempunyai Ekonomi Da�wah yang berkembang.

Pendanaan Da�wah memang berkembang dari RUHUL BADZAL WA TADHIYYAH.WAJAHIDU BIAMWALIKUM WA ANFUSIKUM.Tapi tentusaja fakto-faktor yang bias membuat RUHUL BADZL WA TADHIYYAH tadi harus direkayasa didayagunakan dan dimenej dari mana Ia dapat memperoleh sumber-sumber yang halal. agar Da�wah ini memiliki sumber pendanaan yang baku, dan Alhandulillah, bakat-bakat yang antum miliki dalam merekayasa pendanaan sudah luar biasa tinggal lebih dimeratakan.Bahkan saya pernah menganjurkan agar masing-masing wilayah saling tukar informasi bagaimana mendayagunakan potensi masyarakat.

Akhwat saja tahun lalu umpamanya sebagian besar pendanaannya hasil rekayasa mereka sendiri.

Dalam Taujih saya, saya tekankan bahwa ekonomi ini darahnya Da�wah, tetapi harus dalam kadar yang cukup, jangan sampai lembaga Da�wah darah tinggi kebanyak darah dan jangan juga darah rendah.

Bagaimana kita mensuplai jamaah ini dengan darah yang cukup sehingga kita bisa bergerak secara dinamis. Tetapi jangan kebanyakan nanti bisa darah tinggi. Dan sebaliknya harus bisa diukur agar jangan sampai darah rendah.

Partai refah diturki contohnya, bisa bermanuver seperti sekarang karena mereka memiliki sumber dari salah satu pos yang di Jerman (disana ada 6 juta perantau turki) sebesar US $ 30 JUTA/ bulan itu baru dari satu pos saja. Jadi masalah Ekonomi Da�wah ini harus dirancang benar-benar.

9. Dukungan birokrat.

10. Dukungan tentara.

Baik dukungan Birokrat maupun dukungan tentara, keduanya dapat mengurangi korban benturan, bukan takut untuk berkorban, tetapi Rasulullah saja dahulu merekayasa futuh makkah sedemikian rupa agar tidak jatuh korban benturan, bahkan ketika dimakkah jatuh korban, itu karena Kholid bin Walid (RA) salah faham dan salah gebuk. Orang-orang qabilah itu biasa menyebut Nabi Muhammad sebagai Sha�bi -orang yang menyeleweng, sehingga ketika Kholid datang mereka bilang SHABABNA-SHABABNA.Maksud mereka sebenarnya adalah ASLAMNA-ASLAMNA. namun mungkin karena dalam situasi perang beberapa orang diantara mereka dibabad oleh Kholid.Rasulullah menegurnya dengan ucapan: �Pedang Kholid terlalu tajam. �

Tetapi Rasulullah memaafkannya karena itu semata mata kesalahfahaman. dan bukan kesengajaan Kholid.Dalam situasi perang, kesalahpahaman seperti itu bias saja terjadi.

Namun yang jelas dalam setiap pertempuran Rasulullah selalu berusaha agar sedapat mungkin tidak jatuh korban, dan kalaupun jatuh korban, hendaknya sekecil mungkin. dalam situasi dan kondisi Indonesia yang paternalistik, diperlukan kemampuan kita untuk mengakses kedalam jajaran Birokrat agar dapat merekayasa pendayagunaan potensi camat, Bupati, Koramil dll untuk mencapai tujuan-tujuan.

Hal yang terjadi pada Partai Refah diturki adalah kurang memadainya kekuatan militer atau tentara karena yang masuk adalah Jendral-jendral pensiunan yang sudah kurang aktif,walaupun cukup kuat pengaruhnya dijajaran Birokrat.

Kesemua unsur yang saya gambarkan tarsebut berlaku dipergerakan apapun dan mana pun, termasuk gerakan Islam.Kita mencoba menilai Harokah kita baru berada ditahapan mana dari MUQOWWIMAT yang 10 tadi dan kita harus bisa mencapai itu.Bila ada yang berkomentar bahwa harokah kita ketinggalan kereta

Mengapa kita tidak MUZHAHAROH, tidak begini, tidak begitu,hendaknya kita melihat muqowwimatnya dulu.

Saya katakan kita memang harus menggempur kebatilan, tetapi itu baru dapat kita lakukan setelah kita menjadi bola baja karena kalau kita masih seperti tape lalu nabrak tembok maka akan nempel.

Betapa banyak yang berjuang ugal-ugalan, secara serampanganmembentur kemudian malah menempelmenjadi hiasan tembok Thogut.

Banyak yang awalnya menyesali mencaci, suharto bajingan yang brengsek dsb, tetapi setelah sekian tahun menempel kini malah berkata bahwa Suharto husnul khotimah dengan melakukan Taubatan Nashhuhah.Berarti Taubatan seorang bajingan dong ? padahal sudah diperingatkan agar jangan terburu-buru menjebol tembok dahulu.

Jadi yang perlu kita rancang dan usahankan adalah 10 persyaratan tersebut diatas terpenuhi dan didalam perjuangan manapun di butuhkan kader-kader yang bias menggerakkan.Karena tidak harus sekian banyak penduduk Indonesia masuk kedalam gerakkan Da�wah kita.Yang penting bagaimana MUHARRIKU SYA�B, mendayagunakan potensi masyarakat.

Ikhwah fillah pesan akhir tsanah dari saya agar taujih saya ini sampai kesemua jajaran dijamaah kita baik secara lisan maupun tulisan.

Kita menginginkan kader-kader bukan hanya mengimpplementasikan kebijakan tapi juga mempormulasikan kebijakan.Tugas Qiyadah adalah memberikan Basyiroh apakah itu Bashiroh Aqidah, Fikriyah dan Manhajiyah.

Saya Insya Allah begitu yakin Da�wah ini mampu melahirkan �SYAI�UN AKHOR yang lebih baik

Sumber : Arsip Tim Kaderisasi
8 PKS | DPD Kabupaten Bekasi : https://www.pks-kab-bekasi.org
Versi Online : https://www.pks-kab-bekasi.org/?pilih=lihattarbiyah&id;=30