PKS-Kab.Bekasi OnLine : Pasca-kericuhan yang mewarnai mutasi 83 pejabat di lingkungan Pemkab Bekasi, berkembang rumor miring terkait mutasi kontroversial itu. Mulai aksi jual beli jabatan hingga transaksi mutasi lewat SMS.
Kabar miring itu soal itu, menyebutkan kursi jabatan eselon III dibandrol Rp. 50 Juta. Sedangkan eselon IV Rp. 20 juta hingga Rp. 25 Juta. Itu hanya untuk eselon III dan IV saja kalau untuk eselon II bisa kebayangkan harganya, menurut seorang pejabat yang namanya enggan dimunculkan.
Aksi tawar-menawar jabatan itu, sambung dia, dilakukan melalui pesan singkat. Modusnya pesan dikirim kepada calon pejabat yang akan menduduki posisi tertentu. Lalu disebutkan biaya yang perlu dikeluarkannya untuk meraih posisi tadi. Hanya saja dia tidak bisa merinci siapa pejabat yang terkait jual beli kursi jabatan itu. Dia mencontohkan, untuk menggantikan posisi Kepala Bidang Pemukiman dan Pertamanan, Engkos Kosasih, calon pejabat yang berminat, harus berani merogoh kocek sekitar Rp. 100 juta lebih. Harga itu, kata dia, terbilang populer dan pantas untuk jabatan yang cukup basah.
Sementara, Sekretaris BKD, Farid Setiawan saat diminta keterangan terkait isu miring itu tidak menjawab secara tegas. Serta lebih menilai isu tersebut ingin memperburuk citra birokrasi semata. Di tempat terpisah Ketua Baperjakat, Herry Koesaery saat dihubungi tidak memberikan jawaban apapun.
Sumber : kab-bekasi.go.id |