PKS-Kab.Bekasi OnLine : Hingga kemarin, sejumlah partai politik (parpol) saling menjajaki rencana koalisi terkait rencana Pilkada Bekasi yang akan dibuka pendaftarannya pada 8 Desember mendatang. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) misalnya, hingga kemarin belum juga menentukan dengan partai mana akan berkoalisi.
�Kami menunggu parpol lain untuk mengumumkan dengan mana mereka berkoalisi,� ujar Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Diding Saefudin. Dia menyatakan, koalisi dilakukan agar mencapai syarat 15% suara untuk mengusung Saleh Manaf dan Omin Basyuni dalam pilkada mendatang. Saat ini, dia memang mengakui PPP masih menjajaki beberapa parpol yang akan diajak untuk berkoalisi.
Menurutnya, melakukan koalisi partai bukanlah hal mudah. �Tenang saja, kalau partai lain sudah menentukan sikap, kami akan lakukan koalisi. Kami masih mengintip kekuatan parpol lain,� tukasnya. Hal yang sama juga diungkapkan Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bekasi Asmeldi Firman.
Dia mengatakan, PKS tidak akan menutup diri untuk berkoalisi dengan partai lain asalkan mempunyai visi dan misi yang sama. Dia mengaku, setelah penetapan Sa�adudin untuk diusung sebagai calon bupati (cabup), hingga saat ini PKS belum menentukan nama yang akan disandingkan dengan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi tersebut.
Namun, Asmeldi mengakui, saat ini ada enam nama dari luar PKS yang sedang digodok tim optimalisasi musyarokah.�Nanti kalau sudah pas waktunya, kami akan umumkan ke publik siapa yang akan menjadi cawabup dari PKS,� katanya. Dia beralasan, hingga saat ini parpol lain juga belum menentukan nama-nama yang akan diusung sebagai cabup/cawabup dalam pilkada mendatang.
Begitu juga PDIP, partai ini belum juga menentukan apakah akan berkoalisi atau tidak. Sebelumnya, PDIP diberitakan akan berkoalisi dengan Partai Golkar. Namun setelah terpilihnya nama Nachrowi yang akan diusung sebagai cabup dari Golkar, PDIP langsung menggelar rapat pleno menentukan rencana koalisi diwujudkan atau tidak.
Ketua DPD PDIP Provinsi Jawa Barat Rudi Harsatanaya menyatakan, siapa pun nama yang diusung Partai Golkar, PDIP akan melakukan evaluasi sebelum memberikan putusan final untuk koalisi. �Evaluasi ini dilakukan untuk menganalisis kekuatan dalam pilkada mendatang.� (wahab firmansyah)
Sumber : Koran SINDO