8 PKS | DPD Kabupaten Bekasi
Rubrik : Media Bicara PKS
Survei LSI dan Masa Depan PKS
Rabu, 03 Mei 06 - by : Redaksi
PKS-Kab.Bekasi OnLine : ''Kami hormati hasil survei itu!'' Pernyataan ini ditegaskan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring, atas hasil jajak pendapat LSI (Lembaga Survey Indonesia).

Hasil survei LSI yang rilis pada Januari silam, bisa jadi merupakan pil pahit bagi PKS. Publik menyatakan pilihan kepada PKS tetap pada posisi bontot, di bawah Partai Demokrat (16,5 persen), Partai Golkar (14,2), PDI Perjuangan (14,1 persen), Partai Kebangkitan Bangsa (7,3 persen), PPP (3,9 persen), Partai Amanat Nasional (2,7 persen) dan PKS (2,4 persen). Sementara 35 persen responden menyatakan belum menentukan sikapnya.

Menurut Tifatul, meski ada sedikit keraguan, data itu akan menjadi bahan renungan dan analisa. Apalagi, pada awal Maret 2006 lalu, DPP PKS juga mempunyai hasil survei yang dilakuan secara internal. ''Datanya memang ada perbedaan. Kalau di LSI kini kami mendapat porsi dukungan sekitar 2,5 persen, survey kami malah menyebutkan naik menjadi 8,8 persen dari pemilu 2004 lalu yang hanya 7,7 persen,'' kata Tifatul di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Tantangan besar
Diakui Tifatul, ke depan PKS memang akan mendapat tantangan besar. Ibarat jalan, jalur ke depan semakin tidak mudah. Penuh jebakan dan tantangan. Apalagi visi yang diusung partainya adalah berkomitmen tinggi terhadap sikap anti-KKN.

Pada sisi lain, PKS yang sebagian besar digagas dan didukung kelompok muslim muda terdidik, terlanjur disebut sebagai fenomena unik dunia perpolitikan Indonesia masa kini. Meski masih terbilang sederhana dan lebih banyak mengandalkan ghirah, jaringan PKS cukup solid.

Pengamat politik Fachry Ali mengatakan, PKS sebenarnya sudah layak bersyukur. Mereka memiliki captive massa yang lebih jelas. Hasil pemilu 2004 lalu telah membuktikan, partai yang embrionya dari lembaga dakwah kampus ini mendapat dukungan lumayan besar. ''Hasil pemilu 2004 lalu saja sudah sangat lumayan. Itu patut disyukuri. Berarti kini PKS sudah punya 'pasar' yang jelas,'' kata Fachry Ali.

Bagi PKS, dibandingkan hasil Pemilu 1999 yang mendapat 1,7 persen atau 1,4 juta suara, pada Peilu 2004 melompat mengalami lompatan luar biasa hingga enam ratus persen: 7,4 persen atau 8,3 juta suara. ''Untuk Pemilu 2009 target kami mendapat 20 persen suara atau mendapat dukungan 24 juta pemilih,'' ujar Tifatul lagi. Apakah realistis? Tifatul menganggap, kenapa tidak. Sebab, target itu tidak muluk-muluk. ''Jadi, kalau nanti sampai pada angka 20 persen, hanyalah naik tiga kali lipat saja,'' katanya.

Pada sisi lain, persaingan politik seusai pemilu tetap mengeras. Bukan hanya permainan isu kebijakan politik baik di pemerintah maupun parlemen, pemilihan kepala daerah (pilkada) juga menjadi ajang pertarungan. Bagaimana nasib kader PKS dalam pilkada? Tifatul mengatakan, hasilnya sudah sangat lumayan. Kader PKS sudah mampu duduk sebagai kepala daerah di 58 wilayah. ''Kader kami ternyata dapat bergandengan dengan kader partai lain. Hasil pilkada di berbagai daerah. Ini membuat kami supraise. Tanpa diduga, lumayan hasilnya,'' kata Tifatul.

Fakta Angka

7,7 persen Suara bagi PKS pada Pemilu 2004

2,5 persen Suara pada Pemilu 2009 versi LSI

8,8 persen Kenaikan suara versi PKS

Sumber : Republika
8 PKS | DPD Kabupaten Bekasi : https://www.pks-kab-bekasi.org
Versi Online : https://www.pks-kab-bekasi.org/?pilih=lihat&id;=35