PKS-Kab.Bekasi OnLine : Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring meminta pemerintah AS dan Uni Eropa mencabut embargo terhadap Palestina. Karena hal itu merupakan tindakan antidemokrasi dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusian yang universal. Tifatul mengatakan, AS dan Uni Eropa melakukan embargo hanya karena tidak suka terhadap pemerintah Palestina yang justru terpilih dalam pemilu yang demokratis. �Hal itu tidak sejalan dengan slogan dan kampanye demokrasi yang selalu mereka gembar-gemborkan ke berbagai penjuru dunia,� tandas Tifatul dalam Aksi Solidaritas untuk Rakyat Palestina, Minggu (7/5) di Jakarta.
Embargo yang dilakukan AS dan Uni Eropa, lanjut Tifatul, telah menyebabkan rakyat Palestina menderita. Suplai bahan makanan pokok dihalang-halangi tentara Israel, sehingga persediaan bahan makanan menipis. Rumah sakit kehabisan persediaan obat-obatan, pegawai pemerintah belum menerima gaji, dan rakyat kesulitan berusaha. �Rakyat Palestina harus menerima hukuman hanya karena mereka memilih pemimpin sesuai dengan hati nuraninya. Ini ironis dan jelas merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan,� tandas Tifatul.
Dalam kesempatan tersebut Tifatul meminta pemerintah Indonesia, sebagai negara muslim terbesar di dunia menggalang solidaritas negara-negara Islam untuk membantu rakyat Palestina, yang tengah berjuang membebaskan diri dari penjajahan Israel. Tifatul mengingatkan pemerintah bahwa penjajahan sangat bertentangan dengan UUD 1945 dan semangat Konferensi Asia-Afrika 1955, yang dalam pertemuan di Bandung tahun lalu kembali menegaskan kesepakatan membantu bangsa Palestina memperoleh kemerdekaannya dari penjajah Israel.
Kepada negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI), Tifatul mengharapkan mereka bersatu padu menekan AS dan Uni Eropa agar mencabut embargo terhadap AS. �Saatnya OKI menunjukkan bargaining position-nya di hadapan AS dan Barat,� tandas Tifatul
130 Ribu Massa
Aksi Solidaritas Palestina dihadiri lebih dari 130 ribu massa, kader, dan simpatisan PKS yang datang dari Jabodetabek, Banten, Purwakarta, Subang, Bandung, dan sekitarnya. Aksi ini dimaksudkan untuk menggalang dukungan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia khususnya dan dunia umumnya akan penderitaan yang dialami rakyat Palestina akibat embargo AS dan Uni Eropa.
Tifatul mengajak masyarakat Indonesia dan dunia menyambut seruan OKI untuk menyumbangkan AS$ 1 per orang (one man one dollar) untuk membantu rakyat Palestina. �Mari kita sambut seruan OKI untuk meringankan beban saudara kita di Palestina. Kepada kader PKS saya telah mewajibkan untuk menyisihkan rejekinya bagi rakyat Palestina ,� ajak Tifatul.
Sementara itu hasil penggalangan dana telah terhitung 80% dan sementara sudah tercatat sejumlah Rp 500 juta. "Bahkan tidak hanya berupa uang, terdapat beberapa perhiasan yang disumbangkan oleh para kader PKS. Alhamdulillah sudah melebihi target Rp 200 juta yang kami tetapkan", jelas Abdul Hakim Penanggung Jawab Penggalangan Dana.
Guna menjaga ketertiban dan keamanan, aksi dikawal oleh Pandu Keadilan. Aksi berjalan dengan tertib, damai dan simpatik. Jalur busway yang dikhawatirkan akan macet ternyata tidak terjadi. Pandu Keadilan dengan cekatan mengamankan jalur tersebut agar lalu lintas busway tidak terganggu. Beberapa anggota Pandu Keadilan bahkan terlihat tidak canggung memungut sampah-sampah yang ditinggalkan para peserta aksi.
Sumber : pk-sejahtera.org |