PKS-Kab.Bekasi OnLine : Pemerintah dinilai masih lamban bergerak dalam menangani bencana gempa bumi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Akibatnya, hingga hari ketiga pasca bencana, Selasa (30/5) ini, masih banyak wilayah bencana yang belum tersentuh bantuan sama sekali.
Hal tersebut dikemukakan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Tifatul Sembiring saat meninjau kesiapan posko induk bencana gempa di kantor DPW PKS Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (30/5). Tifatul sendiri telah membantu evakuasi dan meninjau lokasi bencana sejak hari pertama bencana Sabtu (27/5).
"Gerak pemerintah di lapangan tidak signifikan. Banyak kebutuhan dasar para pengungsi, seperti makanan dan obat-obat, yang belum terpenuhi. Bahkan ada beberapa wilayah yang belum tersentuh bantuan sama sekali," kata Tifatul.
Dia mencontohkan wilayah yang belum mendapat bantuan itu diantaranya Kecamatan Jetis, Pundong, Imogiri di Kabupaten Bantul. Bahkan, katanya, disinyalir di daerah Bauran, Wonokromo, Bantul masih banyak mayat yang belum dievakuasi.
"Pemerintah seharusnya dapat bekerja tanggap dan cepat. Birokrasi harus dipersingkat. Jangan sampai warga menunggu terlalu lama dan terlantarkan," tandasnya. Dia mengingatkan peran relawan dari ormas maupun partai hanyalah sebatas membantu. Sedangkan pelaku utama harus tetap pemerintah.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Bantuan dan Jaminan Sosial Departemen Sosial Chazali Situmorang mengakui pendistribusian bantuan logistik untuk korban bencana gempa bumi di sejumlah daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah masih bermasalah.
Menurut dia, pemerintah pusat dan pemerintah provinsi segera mengirimkan bantuan logistik untuk korban bencana setelah gempa terjadi namun hingga satu hari pascabencana masih banyak korban bencana yang belum menerima bantuan tersebut. "Hari ini saya juga mendapat laporan kalau ternyata masih kurang, belum semua korban bencana mendapat bantuan logistik yang diperlukan," aku Chazali.
Sumber : Suara Merdeka |