| |
Sejak 1 Mei 2006
Pengunjung : 141197
Hits : 1605544 hits
Bulan Ini : 2444 users
Hari Ini : 99 users
Online : 2 users |
|
|
|
|
Mutasi Pejabat di Kabupaten Bekasi Diduga Rekayasa SEKDA Jumat, 09 Juni 06 - oleh : Redaksi
PKS-Kab.Bekasi OnLine : Mutasi dilingkungan pemerintahan sudah hal yang biasa, tetapi mutasi di Pemda Kab. Bekasi dengan tanda tanya. Apakah mutasi eselon II, III dan IV itu murni untuk penyegaran atau ada unsur kepentingan ?
Wakil ketua DPRD Kab. Bekasi, Nuradi mengatakan, Penjabat sementara Pj. Bupati Bekasi yang baru dilantik tanggal 27 April 2006, dinilai terlalu cepat untuk melakukan rotasi dilingkungan pemerintah yang dia pimpin. DPRD memang tidak mencampuri urusan mutasi, tetapi dilihat dari penempatan beberapa pejabat eselon II ada yang kurang beres dan terlalu dipaksakan.
Beberapa pejabat yang jadi pertanyaan Dewan adalah, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Badan Pengawasan Daerah (Bawasda). Kepala Dinas Kesehatan yang baru Dr. Hj. Harijatmi Sri Oetami, belum Sepamen. Padahal masih ada yang cocok untuk menjabat Kepala Dinas Kesehatan, sedangkan Kepala Bawasda, Drs. H. Dudung Donni Setiawan masih terkait dengan dibobolnya kantor Sekwan yang mengakibatkan hilangnya uang sebesar Rp.600 Juta Dari kas Sekwan.
Nuradi menambahkan mutasi di Pemda Kabupaten Bekasi diduga ada unsur politis. Mutasi itu bukan ide Pj. Bupati melainkan ulah Sekretaris daerah Drs. H. Herry Koesaery. Drs. Tenny Wishramwan baru satu bulan dilantik menjadi Pj. Bupati. Apakah dalam satu bulan Tenny sudah mengetahui kinerja pejabat yang dimutasi ? Terjadinya mutasi tersebut diduga sebagai pagar untuk Sekda yang sedang kehilangan kepercayaan dari sebagaian pejabat dan Dewan.
Agar roda pemerintahan dapat berjalan sesuai dengan harapan masyarakat, Pj. Bupati Bekasi harus segera mengganti Herry sebagai Sekda. Ada beberapa pejabat eselon II yang layak menjadi Sekda, antaranya, Drs. H. Budiman, M.Si dan Drs. H. Saleh Mauli. M.Si. kedua pejabat itu dinilai cocok dan mampu menjadi Sekda. Tetapi itu semua tergantung Pj. Bupati, siapa yang dinilai mampu untuk menjalankan tugasnya sebagai Sekda dan dapat bekerjasama dengannya untuk menjalankan roda pemerintah.
Sumber : kab-bekasi.go.id kirim ke teman | versi cetak
Ada 1 komentar tentang artikel ini :
menanggapi hal yang menjadi fitnah Jumat, 04 Januari 08 - oleh : fauzan | ass.wr.wb
setelah membaca rubrik atau komentar tentang wacana diatas, saya selaku umat muslim dan asli warga bekasi serta tidak ada unsur kekerabatan ataupun famili sekaligus, akan tetapi saya selaku umat muslim yang selalu mengembor2kan kebaikan, dalam hal ini saya hanya mengambil jalan tengah, rasanya tidak layak dan pantas jika sesuatu tanpa ada unsur bukti, ini hanya rekayasa mungkin sekaligus fitnah yang mana sangat di laknat oleh ALLOH SWT, menurut saya selidiki dahulu sebelum terucap apakah hanya ada unsur jabatan ataupun lainnya, cari solusi yang paling mudah jika memang betul tindak dengan tegas sesuai jalur hukum, saya selaku umat muslim sekaligus anggota LIKO sangat tidak suka dengan rubrik penghinaan, pelecehan yang hanya menyesatkan atau menyakitkan hati seseorang. karena saya yakin yang kita komentari umat islam / muslim, masa sesama muslim saling menghujat, bukan harus saling tolong menolong dan saling membantu,jika salh tolong di ingatkan dan jika benar bukan untuk dijatuhkan tapi untuk di bantu, malu ach... dengan label mungkin perlu istighfar dan mohon maaf karena saya yakin serta faham ALLOH SWT sangat mengetahui apa yang dilakukan kita.saya do'akan yang dihujat diberikan kekuatan dan kesabaran serta diberikan umur panjang dan keimanan yang tambah. (afwan, wawlahu'alam bisoab |
Formulir Komentar | Aturan >>
[ Back To Beranda ]
|
|
|
|
|
|