| |
Sejak 1 Mei 2006
Pengunjung : 141197
Hits : 1605610 hits
Bulan Ini : 2444 users
Hari Ini : 99 users
Online : 2 users |
|
|
|
|
Gubernur Jabar Lantik Pjs Bupati Bekasi (Hanya Enam Bulan ?) Jumat, 28 April 06 - oleh : Redaksi
Sumber : www.kab-bekasi.go.id
PKS-Kab.Bekasi OnLine : Desakan DPRD Kabupaten Bekasi kepada Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan agar segera menentukan pejabat sementara (Pjs), kemarin dibuktikan. Danny akhirnya memilih Tenny Wishramwan MSi, Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Purwakarta sebagai Pjs Kabupaten Bekasi. Pelantikan jabatan baru itu dilakukan di Gedung Sate, Bandung. Pelantikan Tenny dilakukan berdasarkan SK Menteri Dalam Negeri Nomor 131.32-217 Tahun 2006 tanggal 26 April 2006. Dengan begitu, mulai hari ini jabatan Plt Herry Kosaeri (Sekda Kabupaten Bekasi) beralih ke Tenny. Danny berharap Tenny bisa melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Terutama melanjutkan pembangunan Kabupaten Bekasi.
"Penunjukan pejabat Bupati Bekasi juga merupakan jawaban atas keinginan masyarakat Bekasi atas pemimpin yang memimpin Bekasi dalam melanjutkan pembangunan. Diharapkan, pejabat sementara ini mampu memenuhi harapan masyarakat Bekasi. Saat ini, Danny masih menunggu proses peninjauan kembali (PK) yang melibatkan mantan Bupati Bekasi Saleh Manaf. Bila diterima, berarti Saleh Manaf bisa kembali menduduki jabatannya sebagai Bupati Bekasi. Sebaliknya, bila PK Saleh Manaf ditolak, berarti harus dilakukan pilkada di Kabupaten Bekasi dalam waktu dekat. Nah, pelaksanaan pilkada menjadi tugas Tenny. "Jadi, Tenny menjabat sampai PK keluar," terang Danny. Sampai kapan tugas Tenny? Danny menjelaskan, sesuai Kepmendagri masa jabatan Tenny paling lama enam bulan. Namun, bila diperlukan bisa sampai setahun.
Sementara, Tenny mengaku kaget ditunjuk sebagai Pjs Bupati Bekasi. Sebab, baru kemarin pagi diberi tahu. Kendati begitu, dia siap melaksanakan tugas yang harus diembannya. "Kegiatan pertama yang akan dilaksanakan, saya akan membangun silaturahmi dengan berbagai komponen dan tokoh masyarakat di Kabupaten Bekasi. Selain itu, mengidentifikasi masalah dan membuat skala prioritas. Saya akan melaksanakan semua tugas dengan baik," ujarnya.
Sebelum menjabat Kepala Bakorwil Purwakarta (membawahi daerah Bekasi, Purwakarta, Karawang, dan Subang), Tenny merupakan Kepala Bakorwil Priangan (membawahi daerah Garut, Tasikmalaya, Sumedang, dan Bandung). Dia juga pernah menjabat Wakil Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Jawa Barat. Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Sa'duddin mengatakan, kekosongan kepemimpinan di Kabupaten Bekasi sempat menimbulkan keresahan. Selama ini, Kabupaten Bekasi hanya dipimpin oleh pelaksana tugas bupati sehingga tidak memiliki kewenangan untuk menyetujui, apalagi mengesahkan APBD.
Sementara, Anggota FPDIP Alexander DS berharap agar Tenny bisa membawa perubahan bagi wilayah Kabupaten Bekasi. "Jangan hanya menjadi kepanjangan tangan pemerintah pusat, tetapi juga harus mengakomodasi aspirasi warga," ujarnya. Begitu juga, Tenny langsung berkoordinasi dengan bawahannya. Ini penting agar semua persoalan pembangunan bisa diselesaikan dalam waktu dekat. "Tenny harus segera melaksanakan pembangunan daerah. Jangan buang-buang waktu," tuturnya. Lebih dari itu, dia juga meminta agar pejabat yang baru ini bisa mengantarkan proses pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati definitif yang adil dan demokratis. "Saya meminta Tenny agar bisa memimpin sampai pemilihan bupati definitif.
F-Partai Golkar Nirwan Fauzi juga berharap banyak agar Tenny bisa melanjutkan estafet pembangunan yang selama ini mandek. "Coba bayangkan, sampai sekarang APBD belum disahkan, akibatnya pembangunan terbengkalai. Padahal, hingga kini masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan," tukasnya. Perlu diketahui, setelah pemberhentian mantan Bupati Saleh Manaf dan Wakil Bupati Solihin Sari, Danny Setiawan menunjuk Sekda Kabupaten Bekasi Herry Kosaeri menjadi Plt Bupati Bekasi hingga dipilih Pjs Bupati. Namun, proses penentuan Pjs bupati baru dilaksanakan kemarin. Akibat keterlambatan pemilihan pejabat sementara itu membuat pembangunan Kabupaten Bekasi terbengkalai. Bukan itu saja, persoalan ini sempat menghambat pengesahan APBD Bekasi. kirim ke teman | versi cetak
Tidak ada komentar tentang artikel ini.
Formulir Komentar | Aturan >>
[ Back To Beranda ]
|
|
|
|
|
|