| |
Sejak 1 Mei 2006
Pengunjung : 141197
Hits : 1605587 hits
Bulan Ini : 2444 users
Hari Ini : 99 users
Online : 2 users |
|
|
|
|
Investor Jepang Desak Perbaikan Infrastruktur di Timur Jakarta Selasa, 30 Mei 06 - oleh : Redaksi
PKS-Kab.Bekasi OnLine : Investor Jepang mendesak pemerintah Indonesia untuk segera memperbaiki kondisi infrastruktur jalan di Kawasan Industri Timur Jakarta (Cikarang-Cibitung).
Mereka mengancam mengalihkan bisnisnya ke Thailand, China, Vietnam, dan India apabila perbaikan tersebut tidak segera dilakukan.
Hal itu ditegaskan Presdir East Jakarta Industrial Park, Seiji Katayama, dalam Workshop for Traffic Issues in East Jakarta Industrial Area di Jakarta, Selasa.
Katayama mengungkapkan kondisi kemacetan lalu lintas sekitar Cikarang dan Cibitung sangat memprihatinkan yang memicu tingginya biaya. Akibatnya, perkembangan industri di kawasan tersebut mengalami stagnasi.
Menurut dia, saat ini perjalanan dari Jakarta menuju Cikarang dan Cibitung yang berjarak 45 km mencapai 45 menit. Sementara perjalanan dari Cibitung ke Cikarang mencapai waktu 50 menit.
"Kemacetan di daerah itu menyebabkan beban biaya operasional makin tinggi," ujar Ketua Komite Infrastruktur Jakarta Japan Club tersebut.
Menurut dia, investor di kawasan itu tidak mungkin melakukan ekspansi investasi. Begitupun investor baru yang akan menanamkan investasi untuk produk baru enggan masuk ke kawasan ini.
"Padahal masih banyak investor yang ingin masuk karena Indonesia masih merupakan salah satu negara tujuan investasi dalam percaturan kompetisi global," ungkapnya.
Ia mengungkapkan, investor Jepang di kawasan tersebut menawarkan proyek pengembangan akses jalan yang berada di sekitar lokasi industri.
Apabila program tersebut dilakukan maka keuntungan yang bisa mencapai dua kali lipat dari hasil produksi kawasan tersebut saat ini. Begitu pun dengan jumlah tenaga kerja yang terserap bisa melonjak dua kali lipat dari 370.000 menjadi 740.000.
Saat ini penjualan dari kawasan tersebut mencapai 18 miliar dolar AS dengan jumlah perusahaan yang beroperasi 1.734 buah. Dengan adanya perbaikan prasarana transportasi di kawasan industri tersebut, diharapkan biaya yang harus dikeluarkan untuk mengangkut logistik berkurang Rp507 miliar per tahun. (Che/OL-03)
Sumber : Media Indonesia kirim ke teman | versi cetak
Tidak ada komentar tentang artikel ini.
Formulir Komentar | Aturan >>
[ Back To Beranda ]
|
|
|
|
|
|