PK Sejahtera Kabupaten Bekasi
 
 

 
Beranda
Peta Situs
Tentang PK Sejahtera
Sejarah PK Sejahtera
Piagam Deklarasi
Visi dan Misi
Kebijakan Dasar
Keanggotaan
Rubrik

Interaktif
Download
Web Links
Buku Tamu
Kirim Artikel
Kontak Kami
Quran Online

Rubrik Utama
Info Keadilan
Kab. Bekasi & Jawa Barat
Parlementaria
Info DPD dan DPC/DPRa
Media Bicara PKS
Dunia Islam
MUSDA - 1

Rubrik Tarbiyah
Kaderisasi
Kisah & Hikmah
Imunitas Da'wah
Wanita & Keluarga
Tsaqafah
Samudera Hikmah
Bina Ruhul Jadid
Ulumul Qur'an

Pesan Singkat
Nama*
Email
Pesan*
  *harus diisi

Tools For Community
Who's Online Now
Statistik Situs

Statistik Situs
         Sejak 1 Mei 2006
Pengunjung : 136248
Hits : 1515146 hits
Bulan Ini : 2117 users
Hari Ini : 116 users
Online : 5 users

   


Nasib Gedung Tuan Tanah
Kamis, 19 April 07 - oleh : Redaksi

PKS-Kab.Bekasi OnLine : SEMILIR angin sore menerpa rerimbunan pepohonan di bibir Kali Bekasi, Kampung Gabus Pabrik, Desa Sriamur, Kabupaten Bekasi. Di balik pepohonan yang dipasang pengaman dari kawat berduri, tampak berdiri gedung bergaya campuran gothic dan Cina.

Ketika sampai di bangunan itu tampak 2 sosok, Mursalam (73) dan Wahid (56), sang penjaga gedung sedang duduk di pos. Pos tersebut kini lebih tepat disebut balai-balai untuk tidur yang terletak sekitar enam meter setelah masuk ke pekarangan. Padahal, pada saat tuan tanah berjaya di daerah itu, gardu tadi merupakan tempat para mandor dan jago-jago bayaran berjaga-jaga.

Tidak ada yang tahu persis kapan gedung yang seluruh kusen dan kasonya terbuat dari kayu jati ini dibangun. Tetapi, kata Mursalam, gedung rumah tersebut sudah berkali-kali pindah tangan. Yang pertama adalah tuan tanah Cina, Kan Keng Tiong pada masa kekuasaan Belanda. Dia menjadikannya rumah sekaligus kantor administrasi. �Saat itu, hampir semua sawah di sini dikuasai tuan tanah,� kata Mursalam, ayah empat anak.

Tetapi, penguasaan tanah oleh Kan Keng Tiong segera berakhir setelah Jepang datang dan mengambil kekuasaan Belanda. Karena masa itu, Jepang bermusuhan dengan Cina, diperintahkan kepada semua penduduk untuk menjarah rumah-rumah tuan tanah asal Cina. Dan tuan tanah ditangkap termasuk Kan Keng Tiong.

Lie Guan Cien alias Firman Budiman, seorang pengusaha yang juga ikut dipenjara bertemu dengan Kan Keng Tiong. �Terus, pak Budiman diserahi tanah ini sama Keng,� kata Mursalam. Kemudian pada 1947, gedung berukuran 18 x 20 meter persegi berhasil direbut tentara Nederlands-Indische Civil Administration atau dikenal NICA. �Sekitar tahun 1950, Guan Cien tinggal di sana, tambah Mursalam lagi.

Sejak gedung ini dikelola keluarga Budiman, banyak burung walet menetap di rumah tersebut. Pada tahun 1960, seluruh sisi gedung ditembok dinding batu-bata agar burung walet betah di sana.� Sebelum ditembok, dulu ruangannya melompong dan banyak pilar-pilar. Karena rumah ini biasanya dulu untuk ngadem tuan tanah,� lanjut Mursalam.

Ia juga menceritakan, Meski Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menjadikan Gedung Tuan Tanah tersebut sebagai salah satu warisan sejarah dan kekayaan budaya, kenyataannya tidak demikian. Kesan tidak ada perhatian khusus sangat terasa di sana.

Bagian dalam gedung rumah sama sekali tidak bisa dilihat lagi. Tiap tahun, kata Mursalam, bibir Kali Bekasi makin terkikis. Ia mengkhawatirkan bila tidak ada penanggulangan, erosi terus terjadi dan menggusur lahan bangunan rumah.

Sumber : Pikiran Rakyat

  kirim ke teman |   versi cetak


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Formulir Komentar | Aturan >>

Nama
Email
Judul Komentar
Komentar

[ Back To Beranda ]



 
   
Top Download
Prestasi Pemkab Bekasi Saduddin (229)
Jadwal Kampanye Parpol (190)
Tadzkiroh Jabat Tangan (148)
RBT KAMPANYE PKS 2009 (103)

Headline News
Situs Dakwah :
Dakwatuna.com
Al-Ikhwan.net

Pemerintahan :
Presiden RI
LKBN Antara

Media Massa Nasional :
Indosiar News
Detik News
Media Indonesia News
Tempo News
Kompas News
Suara Merdeka News

 
DPD PK Sejahtera Kabupaten Bekasi © 2006
Jl. Perjuangan No.44 RT.02 RW.02 Desa Tambun Kec. Tambun Selatan, Bekasi
Telp. 021-88327165 - email : admin @ pks-kab-bekasi.org
Masukan, kritik dan saran bisa via SMS Admin ke 0857 1905 9415