PK Sejahtera Kabupaten Bekasi
 
| beranda | tentang PKS | buku tamu | kirim artikel | download | contact |                                       3 Sya'ban 1429 H
 

 
Beranda
Peta Situs
Tentang PK Sejahtera
Sejarah PK Sejahtera
Piagam Deklarasi
Visi dan Misi
Kebijakan Dasar
Keanggotaan
Rubrik

Interaktif
Download
Web Links
Buku Tamu
Kirim Artikel
Kontak Kami
Gallery Photo
Quran Online

Rubrik Utama
Info Keadilan
Teropong Kab. Bekasi
Parlementaria
Info DPD dan DPC/DPRa
Media Bicara PKS
Dunia Islam
MUSDA - 1

Rubrik Tarbiyah
Kaderisasi
Kisah & Hikmah
Imunitas Da'wah
Wanita & Keluarga
Tsaqafah
Samudera Hikmah
Bina Ruhul Jadid
Ulumul Qur'an

Pesan Singkat
Nama*
Email
Pesan*
  *harus diisi

Tools For Community


CHATTING Yuk
Who's Online Now
Statistik Situs
Website Status

Statistik Situs
         Sejak 1 Mei 2006
Pengunjung : 112027
Hits : 864622 hits
Bulan Ini : 1886 users
Hari Ini : 109 users
Sedang Online : 4 users

   


Tadabbur 29 : Kembali Fitri dengan Tampilan lebih Islami
Kamis, 19 Oktober 06 - oleh : Redaksi

PKS-Kab.Bekasi OnLine :

Deskripsi Memaknai Idul Fitri

Sudah merupakan sunatullah, bahwa setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Ramadhan yang kedatangannya selalu dirindukan oleh para salafus shaleh (ulama terdahulu) enam bulan sebelumnya dan dimohonkan dalam do�a mereka, kini saatnya akan berpisah dengan kita.

Imam Mu�alla bin al Fadhl rahimahullah berkata, �Dahulu para ulama senantiasa berdo�a kepada Allah selama enam bulan agar dipertemukan dengan Ramadhan! Kemudian mereka juga berdo�a selama enam bulan agar diterima amal ibadah mereka (selama Ramadhan).�

Tidak ada yang bisa menjamin bahwa tahun depan kita akan kembali berjumpa dengan bulan yang penuh berkah, rahmat, dan maghfirah ini. Karenanya, beruntung dan berbahagialah kita saat berpisah dengan Ramadhan, membawa segudang pahala untuk bekal di akherat.

Semoga kita termasuk para shaimin (orang yang berpuasa), yang akan mendapatkan kebahagiaan luar biasa, yaitu saat bertemu Allah swt., sebagaimana disinyalir oleh Rasulullah saw. dalam sabdanya, �Orang yang berpuasa akan memperoleh dua kebahagiaan. Kebahagiaan saat berakhirnya ibadah puasa (berbuka) dan kebahagiaan saat bertemu Rabb-nya kelak.� (Muttafaq �Alaih)

Setelah sebulan penuh kita melaksanakan ibadah puasa dengan semangat iman dan mengharap balasan Allah (ihtisaaban) semata. Maka, memasuki hari raya Idul Fitri ini, berarti kita kembali kepada fitrah (kesucian). Jiwa kita telah fitri (suci) tanpa dosa, sebagaimana sabda Nabi saw.,

�Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan landasan iman dan mengharap ba/asan dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosa sebelumnya, � (Muttafaq �Alaih).

Karena itu, sepatutnyalah jiwa yang sudah fitri ini diupayakan secara maksimal untuk dipertahankan dan dijaga dengan penunaian berbagai bentuk amal shalih pasca Ramadhan. Sebab, keberhasilan meraih derajat taqwa melalui ibadah puasa (A1-Baqarah/2: 183), bukan ditandai berakhirnya bulan Ramadban. Melainkan, sejauh mana iltizam (konsistensi) orang-orang yang berpuasa dalam melakukan ibadah pasca bulan Ramadhan. Sejauh mana kesinambungan harmonisasi hubungan dengan Sang Khaliq (Allah swt.) terpelihara secara baik pasca Ramadhan.

Jangan sampai prestasi cemerlang yang diraih dengan kerja keras selama sebulan penuh, terhapus oleh keburukan yang menyusul. Jangan sampai kesucian jiwa yang dibangun susah payah selama bulan Ramadhan, tercemari oleh perbuatan maksiat, begitu sayonara (berpisah) dengan Ramadhan.

Jika ini yang terjadi, maka sama halnya dengan orang yang mendirikan bangunan indah nan megah dengan biaya mahal, lalu Ia sendiri yang merobohkannya. Allah swt.. berfirman, �Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai berai kembali, �(An-Nahl: 92).

Dikatakan kepada Imam Bisyr rahimahullah, �Sesungguhnya sekelompok kaum sangat rajin dan bersungguh-sungguh beribadah di dalam bulan Ramadhan, bagaimana pendapat anda?� Beliau lalu menjawab, �Seburuk-buruk kaum adalah mereka yang tidak mengetahui hak Allah kecuali di bulan Ramadhan saja. Sesungguhnya orang shalih akan selalu bersungguh-sungguh beribadah sepanjang tahun (tidak hanya Ramadhan saja).�

lmam Asy-Syalabi rahimahullah pernah ditanya, �Mana yang lebih utama bulan Rajab atau Sya�ban?� Beliau menjawab, �Kun Rabbaaniyyan walaa Takun Sya�baaniyyan! (Jadilah engkau muslim yang rabbani, selalu ingat Allah kapan saja, jangan jadi Sya�bani, yang hanya beribadah di bulan Sya�ban saja). Dulu, Nabi saw. amalnya selalu berkesinambungan.�

Ummul Mukminin, Aisyah ra. pernah ditanya, �Apakah Rasulullah saw. dulu mengkhususkan suatu bulan tertentu untuk beribadah? Beliau menjawab, �Tidak Ada! Beliau saw. selalu berkesinambungan.�

Tidak berarti secara kuantitas kita harus sama persis seperti ketika bulan Ramadhan dalam beribadah kepada Allah swt. Tapi, yang dituntut dari kita adalah mempertahankan keistiqomahan dalam menapaki manhaj Allah yang lurus, memelihara kualitas semangat beribadah dan kesinambungan menta�ati Allah swt.

Sebab, menyembah dan menta�ati Allah tidak terbatas pada bulan Ramadhan saja. Imam Hasan Al Bashri rahimahullah pernah berkata, �Sesungguhnya Allah tidak membatasi amal seorang mukmin dengan suau waktu tertentu selain kematian�, kemudian beliau membaca firman Allah, �Dan sembahlah Rabbmu sampai kematian mendatangi mu,� (Al-Hijr (15): 99). (Lathaa �ifu �l Ma �arif, hal. 261).
https://
Boleh jadi amal shalih kita pasca Ramadhan secara kuantitas menurun. Tapi, yang penting kontinyu dan inilah yang terbaik, sebagaimana sabda Nabi saw., �Amal (perbuatan) yang paling dicintai oleh Allah adalah yang dilakukan secara kontinyu meskipun sedikit,� (Muttafaq �Alaih).

Bulan Ramadhan memang telah berlalu, tapi musim-musim kebaikan lahttps://ra menyusul. Shalat lima waktu yang merupakan perbuatan agung dan hal pertama yang akan dihisab di hari kiamat nanti, tidak berhenti dengan berakhirnya Ramadhan.

Jika puasa Ramadhan berakhir, maka puasa-puasa sunnah yang berpahala tidak kecil, tidaklah berakhir bahkan menanti sentuhan kita. Seperti, puasa enam hari di bulan Syawal, puasa Senin-Kamis, puasa tiga hari dalam sebulan (Ayyaamul Bidh, han-han putib; tgl 13, 14 dan 15 tiap bulan), puasa Asyura� (tgl 10 Muharram), puasa Arofah dan lain-lain.

Jika Qiyam Ramadhan dan Tarawih telah lewat. Maka, Qiyamullail (Tahajjud) tetap disyari�atkan tiap malam. Bermunajat di tengah malam adalah kebiasaan orang-orang shalih. Abu Sulaiman Ad Daaraani rahimahullah berkata, �Seandainya tidak ada malam, niscaya aku tidak ingin hidup di dunia.�

Jika zakat Fitrah berlalu, maka zakat wajib dan pintu sedekah masih terbuka lebar pada waktu-waktu yang lain.

Karenanya, memasuki Idul Fitri yang berarti jiwa kita menjadi fitri (suci), maka �tampilan� kita harus lebih Islami. Termasuk dalam �tampilan� di sini adalah tujuan, orientasi, motivasi, fikrah (pemikiran), akhlak, moral, perilaku, interaksi, policy, aktivitas, kiprah, dan peran. Baik �tampilan� keindividualan kita, kerumahtanggaan kita, maupun �tampilan� kesosialan kita. Baik �tampilan� kerakyatan kita maupun �tampilan� kepejabatan kita. Baik �tampilan� dalam kesendirian kita maupun �tampilan� dalam keramaian kita.

Ketika terjadi islamisasi �tampilan� pasca Ramadhan, berarti ini merupakan indikator diterimanya puasa Ramadhan kita. Karena, jika Allah swt. menerima amal seseorang, maka pasti Dia akan menolongnya untuk mengadakan perubahan diri ke arah yang lebih positif dan meningkatkan amal kebajikan.

Seorang penyair Arab pernah mengingatkan dalam sya�irnya,

�Bukanlah hari raya Id itu bagi orang yang berbaju baru, melainkan hakekat Id itu bagi orang yang bertambah ta�atnya (kepada Allah swt.).�

Taqabbalallahu minna waminkum, wakullu �aamin wa antum bikhairin. Semoga Allah swt.. menenima semua amal ibadah klta di bulan Ramadhan. Amin ...

Sumber : 30 Tadabur Ramadhan - Menjadi Hamba Rabbani - IKADI

  kirim ke teman |   versi cetak


Tidak ada komentar tentang artikel ramadhan ini.

Formulir Komentar | Aturan >>

Nama
Email
Judul Komentar
Komentar

[ Back To Beranda ]



 
   
Rubrik Pemilu
PILKADA 2007
Profil dan Visi Misi
Pasca Pilkada
PILGUB 2008

Artikel Terakhir
 PILKADA 2007
Pemkab Bekasi Bangun 8 Unit SMP
Kampus ITB akan Dibangun di Kabupaten Bekasi
Jalan Santai dan Pasar Rakyat Kabupaten Bekasi
 Rubrik Utama
PKS siap Jadi Partai Terbuka Bagi Nonmuslim
Tuntut Blokade Dibuka, PKS Kumpulkan Dana untuk Palestina
SBY-Kalla Dapat Nilai Enam
 Rubrik Tarbiyah
Ya Syaikh ... Kemewahan Bukan Cita-Cita Kami !
Kiat 1 : Bersahabatlah dengan Anak dan Jadilah Teladan
Ya Allah
 Rubrik Ramadhan
Tadabbur 30 : Langkah ke depan Alumni Ramadhan
Tadabbur 29 : Kembali Fitri dengan Tampilan lebih Islami
Tadabbur 28 : Menjadi Hamba Rabbani, Bukan Hamba Ramadhani

Samudra Hikmah
Tiga Akar Kesalahan
PKS-Kab.Bekasi OnLine : Akar dari kesalahan itu ada tiga. Pertama, kesombongan. Itulah yang menyebabkan iblis mengalamai apa yang ia alami. Kedua, keserakahan, dan itulah yang mengeluarkan Adam dari Surga. Ketiga, kedengkian, dan itulah yang menjadikan salah satu anak Adam membunuh saudaranya. Maka barangsiapa berlindung dari keburukan tiga akar kesalahan itu, sesungguhnya ia telah melindungi dirinya dengan sebenar-benarnya. Karena kekafiran itu bersumber dari kesombongan. Karena kemaksiatan itu sumbernya keserakahan. Sedang kezhaliman itu sumbernya kedengkian. (Ibnu Qoyyim)

Tiga Disukai, Tiga Dibenci
PKS-Kab.Bekasi OnLine : Rasulullah SAW bersabda, " Ada tiga golongan yang disukai Allah. Dan tiga yang lain dibenci-Nya. Yang dicintainya adalah : Pertama, seseorang yang mendatangi suatu kaum, yang datang meminta bantuan karena Allah, bukan karena hubungan kekerabatan diantara mereka. Tapi kaum itu menolak. Lalu ada seseorang yang diam-diam memberi orang itu bantuan. Tidak ada yang tahu kecuali ALlah dan orang yang diberinya itu. Kedua, kaum yang bila datang kantuk kepada mereka dan membuat kepala mereka tergeletak, mereka bergegas bangkit untuk tunduk berdo'a kepada-Nya, membaca ayat-ayat-Nya. Ketiga, seseorang dalam ekspedisi pasukan, lalu bertemu dengan musuh. Ia pun menyongsong musuh itu dengan dadanya (tidak lari), hingga ia terbunuh atau diberi kemenangan. Sedang tiga golongan yang dimurkai adalah orang tua yang berzina, orang miskin yang sombong, dan orang kaya yang berbuat zhalim. " (HR. At-Tirmidzi)

Dua Hal Setelah Mengenal Allah
PKS-Kab.Bekasi OnLine : Tak ada sesuatu yang lebih mulia bagi seseorang setelah mengenal Allah daripada dua hal Pertama, mengetahui hal-hal yang dibenci dan dilarang Allah. kedua, mengetahui hal-hal yang dicintai Allah. Ketahuilah... perbuatan paling utama untuk mendapat ridha Allah adalah dengan menjauhi hal-hal yang dibenci-Nya, kemudian melaksanakan hal-hal yang dicintai dan disukai-Nya. (Al-Harits Al-Muhasabi)

Dua Tempat Pemberhentian Hamba
PKS-Kab.Bekasi OnLine : Seorang hamba punya dua tempat pemberhentian di hadapan Allah SWT. Pertama, ketika ia shalat di hadapan-Nya. Kedua, ketika ia berdiri di hadapan-Nya di hari Kiamat. Barangsiapa menunaikan hak tempat pemberhentian yang pertama maka ia akan diringankan pada tempat pemberhentian yang kedua. Dan barangsiapa yang meremehkan tempat pemberhentian ini dan tidak menunaikan haknya maka Allah akan mempersulitnya di tempat pemberhentian yang kedua. (Ibnul Qoyyim)

Antara Dua Harapan
PKS-Kab.Bekasi OnLine : Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai harapannya, maka Allah akan memberikan kepuasan dalam hatinya, menghimpunkan segala impiannya, dan duniapun akan mendatanginya dengan merunduk. Dan barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai cita-citanya, maka Allah akan jadikan kemiskinan di depan matanya, membuyarkan segala impiannya, dan dunia takkan mendatanginya melainkan apa yang telah ditentukan baginya (HR. Tirmidzi)

Dua Jenis Syetan
PKS-Kab.Bekasi OnLine : Rasulullah SAW bersabda : Syetan yang menggoda orang Mukmin telah bertemu dengan syetan yang menggoda orang kafir. Ternyata syetan yang menggoda orang kafir itu rambutnya berminyak, gemuk dan kekar. Sedangkan syetan yang menggoda orang mukmin itu kurus, kusut, kotor, dan telanjang. Maka berkatalah syetan yang menggoda orang kafir, Mengapa kamu jadi kurus begitu ? Ia menjawab, Aku tinggal bersama orang yang apabila makan, ia menyebut nama Allah, sehingga aku tetap lapar. Dan apabila ia minum ia menyebut nama Allah, sehingga aku tetap haus. Apabila berpakaian, ia menyebut nama Allah, sehingga aku tetap telanjang. Apabila meminyaki kepalanya, ia menyebut nama Allah, sehingga aku tetap kusut masai. Maka berkatalah syetan yang menggoda orang kafir, Aku hidup bersama orang yang tidak pernah melakukan itu semua. Oleh karena itu aku ikut makan, minum dan berpakaian bersamanya.

Dua Hal yang ditakuti Ali ra.
PKS-Kab.Bekasi OnLine : Dua hal yang paling kutakuti atas kalian adalah panjang angan-angan dan mengikuti hawa nafsu. Angan-angan yang panjang dapat melailaikan akhirat, sedang mengikuti hawa nafsu dapat menghalangi seseorang dari kebenaran. Ingatlah... Sesungguhnya dunia ini akan ditinggalkan dan akan datang penggantinya. Masing-masing, diantara dunia dan akhirat memiliki anak. Jadilah kalian anak-anak akhirat dan jangan menjadi anak-anak dunia, karena hari ini (dunia) ada amal dan tidak ada hisab, sedangkan hari esok (akhirat) ada hisab dan tidak ada lagi amal. (Ali bin Abi Thalib : Zuhud - Imam Ahmad)

Dua macam Sifat Tamak
PKS-Kab.Bekasi OnLine : Tamak ada dua. Tamak yang merisaukan (menyakitkan) dan tamak yang memberi manfaat. Adapun yang memberi manfaat, adalah ketamakan seseorang kepada ketaatan kepada Allah SWT. Sedang yang merisaukan adalah ketamakan seseorang kepada dunia, tersiksa dan selalu sibuk tanpa ada rasa gembira, tidak merasakan kenikmatan ketika mengumpulkannya karena kesibukannya, tidak pernah kosong kecintaannya kepada dunia atas akhiratnya. Bersusah payah untuk sesuatu yang fana dan dilengahkan dari sesuatu yang kekal dan abadi. (Abdul Wahid bin Zaid)

Dua ukuran Cinta kepada Allah
PKS-Kab.Bekasi OnLine : Jika kamu ingin mengetahui seberapa cinta Allah kepadamu dan kepada selainmu, maka : Pertama, lihatlah volume cintamu kepada kalam-Nya yaitu Al-Qur'an, dihatimu. Kedua, seberapa besar volume kenikmatanmu dan keasyikanmu tatkala mendengar lantunan firman-Nya. Sudahkah keasyikan itu melebihi keasyikan para pecandu musik dan nyanyian tatkala nyanyian itu diperdengarkan ? Sesungguhnya merupakan hal yang wajar, bahwa barangsiapa yang mencintai seorang kekasih maka suara dan pembicaraan kekasihnya adalah sesuatu yang sangat dicintai. (Ibnul Qoyyim)

Satu Akibat Sombong dan Manfaat Rendah Hati
PKS-Kab.Bekasi OnLine : Barangsiapa congkak karena merasa dirinya mulia, maka Allah akan menghinakannya. Siapa yang tawadhu' kepada Allah karena khusyu', maka Allah akan meninggikannya. Sesungguhnya Malaikat itu mempunyai bisikan dan syetan juga mempunyai bisikan. Bisikan Malaikat ialah menyusupkan kebaikan dan meyakini kebenaran. Jika kalian melihat hal yang demikian itu, maka pujilah Allah. Adapun bisikan syetan adalah menyusupkan kejahatan dan kedustaan pada kebenaran. Jika kalian melihat hal yang demikian itu, maka mintalah perlindungan kepada Allah. (Abdullah Bin Mas'ud)


New Download
 Download Lain...
Jadwal Shalat

Wilayah Bekasi
Rabu, 6 Agustus 2008
Shubuh : 04:50:59  WIB
Terbit : 06:02:52  WIB
Zhuhur : 11:58:55  WIB
Ashar : 15:20:50  WIB
Maghrib : 17:55:03  WIB
Isya : 19:06:52  WIB

Random Gallery

Pembukaan Konferensi Pers Musda-1 PK Sejahtera Kabupate Bekasi


Headline News
Situs Dakwah :
Dakwatuna.com
Al-Ikhwan.net

Pemerintahan :
Presiden RI
LKBN Antara

Media Massa Nasional :
Indosiar News
Detik News
Media Indonesia News
Tempo News
Kompas News
Suara Merdeka News

 

DPD PK Sejahtera Kabupaten Bekasi © 2006 - Jl. Perjuangan No.44 RT.02 RW.02 Desa Tambun Kec. Tambun Selatan, Bekasi
Telp. 021-88327165 - email : admin @ pks-kab-bekasi.org
Masukan, kritik dan saran bisa via SMS Admin ke +628161117655