PK Sejahtera Kabupaten Bekasi
 
| beranda | tentang PKS | buku tamu | kirim artikel | download | contact |                                       3 Sya'ban 1429 H
 

 
Beranda
Peta Situs
Tentang PK Sejahtera
Sejarah PK Sejahtera
Piagam Deklarasi
Visi dan Misi
Kebijakan Dasar
Keanggotaan
Rubrik

Interaktif
Download
Web Links
Buku Tamu
Kirim Artikel
Kontak Kami
Gallery Photo
Quran Online

Rubrik Utama
Info Keadilan
Teropong Kab. Bekasi
Parlementaria
Info DPD dan DPC/DPRa
Media Bicara PKS
Dunia Islam
MUSDA - 1

Rubrik Tarbiyah
Kaderisasi
Kisah & Hikmah
Imunitas Da'wah
Wanita & Keluarga
Tsaqafah
Samudera Hikmah
Bina Ruhul Jadid
Ulumul Qur'an

Pesan Singkat
Nama*
Email
Pesan*
  *harus diisi

Tools For Community


CHATTING Yuk
Who's Online Now
Statistik Situs
Website Status

Statistik Situs
         Sejak 1 Mei 2006
Pengunjung : 112027
Hits : 864623 hits
Bulan Ini : 1886 users
Hari Ini : 109 users
Sedang Online : 4 users

   


Tadabbur 30 : Langkah ke depan Alumni Ramadhan
Kamis, 19 Oktober 06 - oleh : Redaksi

PKS-Kab.Bekasi OnLine : Puasa pada bulan Ramadhan, bila ditunaikan dengan memenuhi syarat dan rukun serta mengikuti tuntunan Rasulullah saw., pasti akan menghasilkan orang-orang yang bertaqwa (Al Baqarah 183). Jikalau puasa kita benar, maka kita menjadi orang bertakwa yang tak mungkin bisa tergoda oleh syetan.

Inilah barangkali makna hadits yang menyatakan bahwa pada bulan Ramadhan semua pintu neraka ditutup, pintu-pintu surga dibuka lebar dan semua setan dibelenggu. sehingga setan tidak mungkin bisa memperdaya dan menggoda orang yang sedang berpuasa secara benar.

Kendati puasa telah selesai, namun ketakwaan hasil puasa baru mulai kita buktikan sehabis puasa. Idul fitri 1 Syawal disebut hari kemenangan, karena umat Islam telah usai puasa dan pasti meraih ketakwaan yang hasilnya adalah syurga.

Kata �taqwa� telah disebutkan dengan kata dasar atau pecahan katanya didalam Kitabullah. Terkadang anda membaca kata �ittaquu�, juga �al-Muttaqin�, �taqiyya�, juga �yattaqun�, �ittaqi�, �wattaquni�, �yattaqi� dan �al-atqa�.

Kata tersebut telah digunakan dalam Al-Qur�an lebih dari 187 kali. Stresingnya lebih pada surat-surat yang berbicara mengenai iman, kitab, Bani Israil, wasiat, warisan, riba, menyusui serta pembalasan. Di antara contoh paling gampang dalam hal itu adalah surat Al- Baqarah. Dalam surat ini, terdapat penyebutan 35 kali derivasi kata taqwa. Begitu kentalnya makna taqwa, karena ia merupakan inti persoalan dan puncak tujuan disyariatkannya semua ajaran Islam.

Bila kita teliti seluruh ayat-ayat yang terkandung dalam Al-Qur�an, konotasi takwa mencakup banyak indikasi, antara lain:

1. Taqwa itu mencakup iman dan Islam.

Allah swt. Berfirman,
�Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintai kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang yang meminta-minta, dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat dan orang-orang yang menepati janji apabila ia berjanji dan orang-orang yang sabar akan kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa� (Al-Baqarah: 177).

2. Taqwa dan hubungannya dengan tipu daya musuh

Allah swt. Berfirman,
�Jika memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudhorotan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan� (Ali Imran: 120).

3. Taqwa dan hubungannya dengan menyambung silaturrahim.

Allah swt. Berfirman,
�Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Robb-mu yang telah menciptakan diri yang satu dan dari padanya Allah menciptakan istrinya dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan (peliharalah) hubungan silaturrohim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.� (An Nisa: 2).

4. Taqwa berhubungan dengan kebenaran (al-hak) dan keadilan.

Allah swt. Berfirman,
�Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah,menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.� (Al-Maidah: 8 ).
https://
5. Taqwa dan hubungannya dengan larangan memberikan loyalitas terhadap orang kafir dan ahli alkitab yang senantiasa mengolok-olok Islam.

Allah swt. Berfirman,https://
�Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu mengambil jadi pimpinanmu,orang-orang yang membuat agamamu menjadi buah ejekan dan permainan,(yaitu) diantara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu dan orang-orang yang kafir (orang-orang musrik).Dan bertaqwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman.� (Al Maidah: 5)

6. Taqwa bermakna konsisten terhadap Islam dengan meninggalkan semua yang tidak Islami

Allah swt. Berfirman,
�Dan bahwa ( yang kami perintahkan) ini adalah jalanku yang lurus maka ikutilah dia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain).Karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya.Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa (Al-An�am : 153)

7. Taqwa bermakna tidak mendiamkan kezaliman,

Allah swt. Berfirman,
�Dan peliharalah dirimu (taqwa) dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja diantara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya� (Al-Anfal: 25).

8. Taqwa dan iman tidak akan bertemu dengan hati orang yang meninggalkan jihad dengan harta dan jiwa.

Allah swt. Berfirman,
�Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan jiwa mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertaqwa.� (At Taubah : 44).

Ciri-ciri Muttaqin Ahli Surga

Allah swt. Berfirman,
�Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.� (Ali Imran 133-135)

Dari ayat-ayat di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa cirri-ciri orang bertaqwa yang dijanjikan akan masuk syurga yang luasnya seluas langit dan bumi adalah sebagai berikut:

  1. Senantiasa menginfakkan hartanya baik dalam keadaan lapang ataupun sempit. (Ali Imran: 134).
  2. Senantiasa menahan amarahnya. (Ali Imran: 134)
  3. Senantiasa memaafkan kesalahan orang lain. (Ali Imran: 134)
  4. Senantiasa berbuat ihsan dalam ibadah dan kehidupannya, karena Allah mencintai orang-orang yang melakukan ihsan. (Ali Imron :134)
  5. Bila terjerumus dosa, ia akan mengingat Allah lalu meminta ampun dan tidak akan pernah mengulanginya lagi. (Ali Imron 135)

Kita telah usai berpuasa, berarti kita harus membuktikan hasil puasa kita tersebut, yaitu dengan ketakwaan yang harus kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Bila kita benar-benar taqwa, maka Allah akan melimpahkan kepada kita hal-hal berikut:
  1. Rahmat (QS. 98: 8)
  2. Furqan (QS. 8: 29)
  3. Berkah (QS. 7: 96)
  4. Jalan keluar (QS. 65: 2)
  5. Rejeki (QS. 65: 3)
  6. Kemudahan (QS. 65: 5)
  7. Dihapuskan kesalahannya (QS. 65: 5)
  8. Ampunan (QS. 65:5), dan
  9. Pahala yang besar (QS. 65:5)

Dengan ketakwaan yang dihasilkan oleh puasa, diharapkan kita akan keluar dari berbagai macam krisis yang tengah membelenggu kehidupan kita. Pasca Ramadhan, adalah masa memupuk ketakwaan yang kita peroleh di bulan Ramadhan, agar tidak layu menuju Ramadhan selanjutnya.
Wallahu a�lamu bis shawab.

Sumber : 30 Tadabur Ramadhan - Menjadi Hamba Rabbani - IKADI

  kirim ke teman |   versi cetak


Tidak ada komentar tentang artikel ramadhan ini.

Formulir Komentar | Aturan >>

Nama
Email
Judul Komentar
Komentar

[ Back To Beranda ]



 
   
Rubrik Pemilu
PILKADA 2007
Profil dan Visi Misi
Pasca Pilkada
PILGUB 2008

Artikel Terakhir
 PILKADA 2007
Pemkab Bekasi Bangun 8 Unit SMP
Kampus ITB akan Dibangun di Kabupaten Bekasi
Jalan Santai dan Pasar Rakyat Kabupaten Bekasi
 Rubrik Utama
PKS siap Jadi Partai Terbuka Bagi Nonmuslim
Tuntut Blokade Dibuka, PKS Kumpulkan Dana untuk Palestina
SBY-Kalla Dapat Nilai Enam
 Rubrik Tarbiyah
Ya Syaikh ... Kemewahan Bukan Cita-Cita Kami !
Kiat 1 : Bersahabatlah dengan Anak dan Jadilah Teladan
Ya Allah
 Rubrik Ramadhan
Tadabbur 30 : Langkah ke depan Alumni Ramadhan
Tadabbur 29 : Kembali Fitri dengan Tampilan lebih Islami
Tadabbur 28 : Menjadi Hamba Rabbani, Bukan Hamba Ramadhani

Samudra Hikmah
Tiga Akar Kesalahan
PKS-Kab.Bekasi OnLine : Akar dari kesalahan itu ada tiga. Pertama, kesombongan. Itulah yang menyebabkan iblis mengalamai apa yang ia alami. Kedua, keserakahan, dan itulah yang mengeluarkan Adam dari Surga. Ketiga, kedengkian, dan itulah yang menjadikan salah satu anak Adam membunuh saudaranya. Maka barangsiapa berlindung dari keburukan tiga akar kesalahan itu, sesungguhnya ia telah melindungi dirinya dengan sebenar-benarnya. Karena kekafiran itu bersumber dari kesombongan. Karena kemaksiatan itu sumbernya keserakahan. Sedang kezhaliman itu sumbernya kedengkian. (Ibnu Qoyyim)

Tiga Disukai, Tiga Dibenci
PKS-Kab.Bekasi OnLine : Rasulullah SAW bersabda, " Ada tiga golongan yang disukai Allah. Dan tiga yang lain dibenci-Nya. Yang dicintainya adalah : Pertama, seseorang yang mendatangi suatu kaum, yang datang meminta bantuan karena Allah, bukan karena hubungan kekerabatan diantara mereka. Tapi kaum itu menolak. Lalu ada seseorang yang diam-diam memberi orang itu bantuan. Tidak ada yang tahu kecuali ALlah dan orang yang diberinya itu. Kedua, kaum yang bila datang kantuk kepada mereka dan membuat kepala mereka tergeletak, mereka bergegas bangkit untuk tunduk berdo'a kepada-Nya, membaca ayat-ayat-Nya. Ketiga, seseorang dalam ekspedisi pasukan, lalu bertemu dengan musuh. Ia pun menyongsong musuh itu dengan dadanya (tidak lari), hingga ia terbunuh atau diberi kemenangan. Sedang tiga golongan yang dimurkai adalah orang tua yang berzina, orang miskin yang sombong, dan orang kaya yang berbuat zhalim. " (HR. At-Tirmidzi)

Dua Hal Setelah Mengenal Allah
PKS-Kab.Bekasi OnLine : Tak ada sesuatu yang lebih mulia bagi seseorang setelah mengenal Allah daripada dua hal Pertama, mengetahui hal-hal yang dibenci dan dilarang Allah. kedua, mengetahui hal-hal yang dicintai Allah. Ketahuilah... perbuatan paling utama untuk mendapat ridha Allah adalah dengan menjauhi hal-hal yang dibenci-Nya, kemudian melaksanakan hal-hal yang dicintai dan disukai-Nya. (Al-Harits Al-Muhasabi)

Dua Tempat Pemberhentian Hamba
PKS-Kab.Bekasi OnLine : Seorang hamba punya dua tempat pemberhentian di hadapan Allah SWT. Pertama, ketika ia shalat di hadapan-Nya. Kedua, ketika ia berdiri di hadapan-Nya di hari Kiamat. Barangsiapa menunaikan hak tempat pemberhentian yang pertama maka ia akan diringankan pada tempat pemberhentian yang kedua. Dan barangsiapa yang meremehkan tempat pemberhentian ini dan tidak menunaikan haknya maka Allah akan mempersulitnya di tempat pemberhentian yang kedua. (Ibnul Qoyyim)

Antara Dua Harapan
PKS-Kab.Bekasi OnLine : Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai harapannya, maka Allah akan memberikan kepuasan dalam hatinya, menghimpunkan segala impiannya, dan duniapun akan mendatanginya dengan merunduk. Dan barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai cita-citanya, maka Allah akan jadikan kemiskinan di depan matanya, membuyarkan segala impiannya, dan dunia takkan mendatanginya melainkan apa yang telah ditentukan baginya (HR. Tirmidzi)

Dua Jenis Syetan
PKS-Kab.Bekasi OnLine : Rasulullah SAW bersabda : Syetan yang menggoda orang Mukmin telah bertemu dengan syetan yang menggoda orang kafir. Ternyata syetan yang menggoda orang kafir itu rambutnya berminyak, gemuk dan kekar. Sedangkan syetan yang menggoda orang mukmin itu kurus, kusut, kotor, dan telanjang. Maka berkatalah syetan yang menggoda orang kafir, Mengapa kamu jadi kurus begitu ? Ia menjawab, Aku tinggal bersama orang yang apabila makan, ia menyebut nama Allah, sehingga aku tetap lapar. Dan apabila ia minum ia menyebut nama Allah, sehingga aku tetap haus. Apabila berpakaian, ia menyebut nama Allah, sehingga aku tetap telanjang. Apabila meminyaki kepalanya, ia menyebut nama Allah, sehingga aku tetap kusut masai. Maka berkatalah syetan yang menggoda orang kafir, Aku hidup bersama orang yang tidak pernah melakukan itu semua. Oleh karena itu aku ikut makan, minum dan berpakaian bersamanya.

Dua Hal yang ditakuti Ali ra.
PKS-Kab.Bekasi OnLine : Dua hal yang paling kutakuti atas kalian adalah panjang angan-angan dan mengikuti hawa nafsu. Angan-angan yang panjang dapat melailaikan akhirat, sedang mengikuti hawa nafsu dapat menghalangi seseorang dari kebenaran. Ingatlah... Sesungguhnya dunia ini akan ditinggalkan dan akan datang penggantinya. Masing-masing, diantara dunia dan akhirat memiliki anak. Jadilah kalian anak-anak akhirat dan jangan menjadi anak-anak dunia, karena hari ini (dunia) ada amal dan tidak ada hisab, sedangkan hari esok (akhirat) ada hisab dan tidak ada lagi amal. (Ali bin Abi Thalib : Zuhud - Imam Ahmad)

Dua macam Sifat Tamak
PKS-Kab.Bekasi OnLine : Tamak ada dua. Tamak yang merisaukan (menyakitkan) dan tamak yang memberi manfaat. Adapun yang memberi manfaat, adalah ketamakan seseorang kepada ketaatan kepada Allah SWT. Sedang yang merisaukan adalah ketamakan seseorang kepada dunia, tersiksa dan selalu sibuk tanpa ada rasa gembira, tidak merasakan kenikmatan ketika mengumpulkannya karena kesibukannya, tidak pernah kosong kecintaannya kepada dunia atas akhiratnya. Bersusah payah untuk sesuatu yang fana dan dilengahkan dari sesuatu yang kekal dan abadi. (Abdul Wahid bin Zaid)

Dua ukuran Cinta kepada Allah
PKS-Kab.Bekasi OnLine : Jika kamu ingin mengetahui seberapa cinta Allah kepadamu dan kepada selainmu, maka : Pertama, lihatlah volume cintamu kepada kalam-Nya yaitu Al-Qur'an, dihatimu. Kedua, seberapa besar volume kenikmatanmu dan keasyikanmu tatkala mendengar lantunan firman-Nya. Sudahkah keasyikan itu melebihi keasyikan para pecandu musik dan nyanyian tatkala nyanyian itu diperdengarkan ? Sesungguhnya merupakan hal yang wajar, bahwa barangsiapa yang mencintai seorang kekasih maka suara dan pembicaraan kekasihnya adalah sesuatu yang sangat dicintai. (Ibnul Qoyyim)

Satu Akibat Sombong dan Manfaat Rendah Hati
PKS-Kab.Bekasi OnLine : Barangsiapa congkak karena merasa dirinya mulia, maka Allah akan menghinakannya. Siapa yang tawadhu' kepada Allah karena khusyu', maka Allah akan meninggikannya. Sesungguhnya Malaikat itu mempunyai bisikan dan syetan juga mempunyai bisikan. Bisikan Malaikat ialah menyusupkan kebaikan dan meyakini kebenaran. Jika kalian melihat hal yang demikian itu, maka pujilah Allah. Adapun bisikan syetan adalah menyusupkan kejahatan dan kedustaan pada kebenaran. Jika kalian melihat hal yang demikian itu, maka mintalah perlindungan kepada Allah. (Abdullah Bin Mas'ud)


New Download
 Download Lain...
Jadwal Shalat

Wilayah Bekasi
Rabu, 6 Agustus 2008
Shubuh : 04:50:59  WIB
Terbit : 06:02:52  WIB
Zhuhur : 11:58:55  WIB
Ashar : 15:20:50  WIB
Maghrib : 17:55:03  WIB
Isya : 19:06:52  WIB

Random Gallery

Suripto, Al Muzzamil Yusuf, dan Tifatul Sembiring di dalam Aksi Solidaritas untuk Palestina. Bundaran HI - Dubes AS, Jakarta, 7 Mei 2007 * Taken From galerikeadilan.net *


Headline News
Situs Dakwah :
Dakwatuna.com
Al-Ikhwan.net

Pemerintahan :
Presiden RI
LKBN Antara

Media Massa Nasional :
Indosiar News
Detik News
Media Indonesia News
Tempo News
Kompas News
Suara Merdeka News

 

DPD PK Sejahtera Kabupaten Bekasi © 2006 - Jl. Perjuangan No.44 RT.02 RW.02 Desa Tambun Kec. Tambun Selatan, Bekasi
Telp. 021-88327165 - email : admin @ pks-kab-bekasi.org
Masukan, kritik dan saran bisa via SMS Admin ke +628161117655